Nukilan Hati - Puisi

ANAK KECIL ITU...

Di mana anak kecil itu?
Sudah lama ibu dan bapa tidak ketemunya,
Saban hari mereka menitiskan air mata,
Meratapi kehilangannya dan
Hingga kini tiada khabar berita,
Ibu dan bapa telah berusaha mencari ke mana sahaja,
Ke utara, selatan, timur dan barat
Namun hampa yang menimpa.
Di mana anak kecil itu?
Apakah dosanya  hingga diperlakukan begitu,
Mengapa dia diambil, tanpa keizinan yang empunya,
Pulangkan, pulangkan dia bukan milikmu,
Dia adalah harta ibu dan bapanya,
Harta yang tidak boleh dinilai dengan apa yang ada di dunia ini,
Aku hanya mampu berdoa semoga anak kecil itu sentiasa sejahtera dan
Kembali kepangkuan keluarga.....


DI SINI

Di sini
Aku mengenal erti ilmu
Aku mengenal erti cinta,
Aku mengenal siapa manusia,
Aku mengenal erti segala-galanya,

            Di sini
            Aku mencari secebis ilmu
            Aku mencari secebis kasih
            Aku mencari secebis kenangan
            Aku mencari sahabat yang setia,

Di sini,
Ada manusia berjiwa hiba
Ada manusia berjiwa resah
Ada manusia berjiwa besar
Ada manusia berjiwa penyayang,

            Di sini,
            Aku hidup di pukul gelombang,
            Hanya kerana tersilap langkah,
            Namun aku tetap tabah,
            Mengharungi apa jua,
            Juga yang mendatang

Di sini,
Ada kenangan yang sungguh indah,
Ada kenangan yang menyedihkan,
Ada kenangan yang memilukan,
Sesungguhnya semua kenangan
Amat beerti sesuci embunan pagi.

PERGILAH  CINTA
CINTA,
UNGKAPAN BERMADAH
SERIBU MAKNA BERJUNGTAI RASA,
BERGETAR JIWA, MENGGEGAR RUSUK JANTUNGNYA,
BISA MENJADI MATA HATI MENJADI BUTA,
BISA MENJADI DUNIA SEPERTI ANA YANG PUNYA,
CINTA,
PANDANG PERTAMA JELINGAN MANJA,
BIBIR BERGETAP MENGGIGIT JIWA,
BAGAI DI RAMAS HATI NAN BERGELORA,
GELODAK JIWA TIDAK TERKATA,

CINTA,
SENYUM TERTAWA SENTIASA GUMBIRA,
HINGGA TIADA SATU PUN NAN LARA,
HATI DIGIGIT MENCENGKAM DI DADA,
BERJAMBANGAN BUNGA DI LAMAN ASMARA,
CINTA,
KATA DIPAKAT BERJANJI SETIA,
KAN MENUNGGU DI PINTU SYURGA,
SATU KAN PERGI NYUSUR BERSAMA,
BEGITU KUATNYA NATIJAH CINTA,
CINTA,
AKHIRNYA KAU PERGI TANPA DIDUGA,
BERMONOLOG DIRI ANGKARA SIAPA,
TIDAK MENUDUH SALAH PRASANGKA,
KEJAMNYA CINTA GUNDAH-GULANA.
AKHIRNYA MENJERAT KAKI NAN TERIKAT,
TERUNGKAP KATA KAU PERGILAH CINTA...



PERCAYA ATAU TIDAK

Percaya atau tidak
itulah hakikatnya,
kita hanya mampu menerima
setiap dugaannya..
percaya atau tidak
itulah hakikatnya,
harus ditempuhi walau halangan menimpa..
percaya atau tidak,
itulah hakikatnya,
bukan  manusia itu sama,
malahan berbeda isi hatinya...